4. Bahan ajar menjadi pedoman guru dalam merealisasikan sebuah pembelajaran dengan bahan ajar guru dengan mudah memberikan materi kompetensi yang semestinya diajarkan. 5. Dengan bahan ajar, guru dapat mengadakan evaluasi pembelajaran untuk mengetahui pencapaian pemahaman peserta didiknya. Manfaat yang didapatkan oleh peserta didik. 1.
Contoh bahan ajar cetak adalah modul yang dibuat guru/MGMP, LKPD dan lain-lain. Contoh bahan ajar non-cetak adalah tautan pembelajaran guru atau dari pihak lain di youtube yang relevan, buku siswa, modul, LKPD yang ada di Rumah Belajar: Kelas Maya (kelasmaya.belajar.kemdikbud.go.id), Buku Sekolah Elektronik (BSE) di (bse.kemdikbud.go.id), dan
bahan ajar ini adalah computer mediate instruction atau computer based multimedia. 3. Bahan Ajar Menurut Sifatnya Rowntree (dalam Prastowo, 2011) mengatakan bahwa berdasarkan sifatnya bahan ajar dapat dibagi menjadi empat jenis, sebagai berikut. a. Bahan ajar cetak misalnya buku, pamflet, panduan belajar siswa, bahan
9 wallchart, foto/gambar, non cetak (non printed), seperti model/maket. (2) bahan ajar dengar (audio) seperti kaset, radio, piringan hitam, dan compact disk audio.(3) bahan ajar pandang dengar (audio visual) seperti video compact disk, dan film.
Begitu juga bahan cetak dan non. Melalui pembelajaran yang tepat, siswa diharapkan mampu memahami dan menguasai materi ajar sehingga dapat berguna dalam kehidupan nyata. Belajar akan menjadi
tOmTSUV.
bahan ajar non cetak